Thursday, June 20, 2013

Manusia Dan Harapan

 Harapan...

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu :

keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat. Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.

Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
1. Kelangsungan hidup
2. Keamanan
3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. Diakui lingkungan
5. Perwujudan cita-cita

Kepercayaan 
Kepercayaan berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini  akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan  pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar kepercayaan itu adalah  kebenaran. Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang  mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia  merupakan focus dari segala pikiran, sikap dan perasaan. Dalam tingkah laku,  perbuatan manusia selalu hati-hati agar mereka tidak menyimpang dari  kebenaran. Manusia sadar bahwa ketidak benaran dalam bertindak, berucap  dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya. 

Dr Yuyun suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga 
teori tentang kebenaran : 

1. teori koherensi; suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu 
bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati.  Paul manusia. Paul pasti mati. 
2. teori korespondensi’ teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan  benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh  pernyataan tersebut. 
3. teori pragmatis’ Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria  apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan  praktis
 
Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah manusia.
Kepercayaan itu dapat dibedakan atas : 
1. kepercayaan pada diri sendiri 
2. kepercayaan pada orang lain 
3. kepercayaan pada pemerintah 
4. kepercayaan pada Tuhan


Sumber : - http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-harapan

No comments:

Post a Comment